JAKARTA – Pembuat soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, Imam Santoso, mengingatkan siswa agar tidak membiarkan jawaban kosong saat mengerjakan tes. Pasalnya, jawaban yang salah tidak akan mendapatkan pengurangan nilai atau nilai minus.
Hal tersebut disampaikan Imam dalam Talk Show TKA Final Sprint: Smart Drilling and Preparing Physical Stamina to Achieve Peak Scores di Indonesia International Book Fair 2026, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menurut Imam, pada soal pilihan ganda biasa, siswa sebaiknya tetap memilih salah satu jawaban meskipun tidak yakin. Ia menjelaskan bahwa jawaban yang tidak diisi diberi kode 9, sedangkan jawaban yang salah diberi kode 0. Sementara itu, jawaban yang benar dapat memperoleh kode 1 atau 2 sesuai tingkat kebenarannya.
Karena tidak ada pengurangan nilai akibat jawaban salah, Imam menyarankan siswa tetap mengisi seluruh soal. Jika menemukan soal yang sulit, peserta dapat melakukan analisis dan memilih jawaban yang dianggap paling mendekati.
TKA sendiri memiliki beberapa bentuk soal. Berdasarkan informasi resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, terdapat pilihan ganda biasa dengan satu jawaban benar dan pilihan ganda kompleks yang memungkinkan lebih dari satu jawaban benar.
Imam juga mengingatkan siswa agar memahami karakteristik soal TKA, terutama soal pilihan ganda kompleks. Pada tipe soal tersebut, peserta perlu mencermati setiap pernyataan karena jawaban benar bisa lebih dari satu.
Selain memahami bentuk soal, siswa yang ingin memperoleh hasil optimal juga disarankan mempelajari kerangka asesmen atau kisi-kisi yang telah disediakan pemerintah. Imam menyebut mempelajari seluruh materi secara bersamaan bukan hal yang mudah sehingga siswa perlu memprioritaskan materi sesuai kompetensi yang akan diujikan.
Untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK, TKA mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan. Pemerintah juga menyediakan kerangka asesmen dan contoh soal yang dapat digunakan siswa untuk mempersiapkan diri.
TKA 2026 juga memiliki peran berbeda dibandingkan ujian nasional sebelumnya. Menurut Imam, hasil TKA tahun ini akan digunakan sebagai validator nilai rapor dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Dengan demikian, siswa tidak hanya perlu mempersiapkan penguasaan materi, tetapi juga memahami format soal dan strategi mengerjakannya. Salah satu hal yang ditekankan pembuat soal adalah jangan mengosongkan jawaban pada pilihan ganda biasa, karena tidak ada nilai minus untuk jawaban yang salah.
Sumber: detikEdu dan Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen