Transjakarta Dapat Dana Rp5,07 Triliun, Siapkan 3.782 Bus Listrik

 


JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembiayaan sebesar Rp5,07 triliun untuk mendukung elektrifikasi 3.782 armada bus Transjakarta dan Mikrotrans dalam tiga tahun ke depan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan transportasi umum ramah lingkungan sekaligus menekan polusi udara di Ibu Kota.

Pembiayaan tersebut menjadi salah satu kerja sama strategis yang ditandatangani di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026). Kerja sama melibatkan PT Transportasi Jakarta, Bank Jakarta, dan PT Jamkrida Jakarta untuk mendukung pengadaan serta elektrifikasi armada transportasi publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan program elektrifikasi tersebut merupakan bagian dari target pemerintah daerah untuk mengubah armada transportasi umum menjadi kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Selain bus listrik, pemerintah juga menargetkan penggunaan teknologi rendah emisi, termasuk kendaraan berbasis hidrogen dan hybrid.

Pramono menyebutkan bahwa Jakarta saat ini telah memiliki sekitar 500 bus listrik. Penambahan armada diharapkan mempercepat peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju transportasi publik yang lebih bersih.

Melalui program ini, pemerintah ingin meningkatkan kualitas layanan transportasi umum sekaligus mengurangi emisi dari sektor transportasi. Penggunaan bus listrik juga diharapkan dapat mendukung efisiensi operasional dalam jangka panjang.

Meski demikian, upaya mengatasi polusi udara Jakarta tidak cukup hanya dengan mengganti armada bus. Pramono menilai sumber pencemaran dari sektor industri dan pembangkit listrik di wilayah sekitar Jakarta juga perlu mendapat perhatian. Ia menyoroti penggunaan batu bara di kawasan Suralaya sebagai salah satu persoalan yang perlu dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

Karena itu, elektrifikasi transportasi perlu berjalan beriringan dengan kebijakan energi bersih dan pengendalian emisi dari berbagai sektor. Penggunaan kendaraan listrik akan memberikan manfaat lingkungan yang lebih besar apabila didukung pasokan listrik yang semakin rendah emisi.

Selain program elektrifikasi Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta juga menandatangani sejumlah kerja sama lain dengan badan usaha milik daerah, badan usaha milik negara, dan perangkat daerah. Kerja sama tersebut mencakup sektor infrastruktur, kesehatan, perumahan, telekomunikasi, pengelolaan limbah, serta pengembangan energi rendah karbon.

Pemerintah daerah menekankan bahwa seluruh kerja sama perlu ditindaklanjuti dengan target yang jelas dan terukur. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Pembiayaan Rp5,07 triliun untuk elektrifikasi armada Transjakarta menjadi salah satu langkah besar dalam transformasi transportasi Jakarta. Namun, keberhasilan program ini nantinya akan bergantung pada realisasi pengadaan armada, kesiapan infrastruktur pengisian daya, serta kemampuan pemerintah memastikan bus listrik beroperasi secara efektif dan menjangkau kebutuhan masyarakat.

Sumber: CNN Indonesia,



Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler