Harga Emas Menguat Dipicu Data Tenaga Kerja AS yang Melemah dan Turunnya Harga Minyak

Jakarta – Harga emas dunia kembali mencatat kenaikan pada perdagangan Kamis (2/7) setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan harapan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Penurunan harga minyak dunia juga turut menopang pergerakan logam mulia tersebut.

Harga emas spot naik ke level tertinggi dalam sekitar satu pekan seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman (safe haven). Pelaku pasar menilai perlambatan pasar tenaga kerja AS dapat membuka ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Sentimen positif tersebut muncul setelah laporan ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat menunjukkan penciptaan lapangan kerja berada di bawah ekspektasi pasar. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa tekanan terhadap inflasi mulai mereda sehingga peluang penurunan suku bunga semakin besar.

Selain data ekonomi, pelemahan harga minyak mentah juga menjadi faktor pendukung kenaikan harga emas. Turunnya harga energi dinilai membantu mengurangi tekanan inflasi global, sehingga ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar semakin menguat.

Analis pasar menyebut emas biasanya memperoleh keuntungan ketika suku bunga diperkirakan turun. Dalam kondisi tersebut, biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih rendah, sehingga permintaan investor cenderung meningkat.

Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit dalam waktu dekat. Laporan tersebut diperkirakan akan menjadi acuan penting bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Pergerakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir masih dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi global, mulai dari data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, hingga perkembangan geopolitik dan harga energi. Investor diperkirakan akan tetap mencermati berbagai indikator tersebut untuk menentukan strategi investasi mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global.


Sumber: Reuters

Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler