Surabaya – Kepolisian mengungkap motif di balik kasus pembacokan terhadap seorang pesilat yang diduga dilakukan oleh sekelompok debt collector di Surabaya, Jawa Timur. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi kekerasan tersebut dipicu oleh perselisihan yang berawal dari proses penarikan kendaraan dan berujung pada bentrokan antara kedua belah pihak. Polisi kini masih mendalami keterlibatan seluruh pelaku serta mengumpulkan alat bukti untuk menuntaskan perkara tersebut. (cnnindonesia.com)
Peristiwa itu terjadi setelah korban bersama sejumlah rekannya terlibat cekcok dengan kelompok debt collector. Ketegangan yang awalnya hanya berupa adu mulut kemudian meningkat menjadi aksi saling serang. Dalam insiden tersebut, korban mengalami luka akibat senjata tajam dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut tindakan pembacokan diduga dilakukan sebagai respons atas konflik yang berkembang di lokasi kejadian. Aparat telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban dan beberapa orang yang berada di tempat kejadian, guna memastikan kronologi peristiwa secara utuh. Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) serta barang bukti lain turut dianalisis untuk memperjelas peran masing-masing pihak. (cnnindonesia.com)
Polisi menegaskan proses hukum akan dilakukan secara profesional terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat. Penyidik juga masih memburu pelaku lain yang diduga ikut serta dalam aksi kekerasan tersebut. Sementara itu, kondisi korban dilaporkan terus membaik setelah mendapat penanganan medis intensif.
Kasus ini kembali menjadi sorotan karena melibatkan dugaan tindakan kekerasan dalam proses penagihan utang. Aparat mengimbau seluruh perusahaan pembiayaan dan pihak penagih untuk menjalankan prosedur penagihan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Sumber: CNN Indonesia