SAMPANG – Musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino membawa dampak positif bagi petani garam di Kabupaten Sampang, Madura. Cuaca panas dan terik membuat produksi garam rakyat tahun ini meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu petani garam di Kelurahan Polagan, Sampang, Haris, mengatakan produksi garam tahun ini jauh lebih maksimal. Tidak hanya dari sisi jumlah, kualitas garam yang dihasilkan juga dinilai lebih baik karena kondisi cuaca mendukung proses penguapan air laut.
Meski hasil panen meningkat, Haris memilih tidak langsung menjual seluruh garam yang dimilikinya. Ia masih menunggu kondisi harga di pasaran yang dinilai belum stabil.
Untuk garam kualitas terbaik atau K1, harga saat ini berada di kisaran Rp70 ribu-Rp75 ribu per karung. Sementara harga tertinggi yang diterima petani disebut dapat mencapai sekitar Rp80 ribu-Rp90 ribu per karung.
Panen Jangan Terlalu Cepat
Garam hasil produksi petani Sampang umumnya ditampung oleh pembeli dari PT Sumatraco. Perusahaan tersebut juga memberikan pendampingan teknis kepada petambak agar kualitas garam yang dihasilkan tetap terjaga.
Perwakilan PT Sumatraco, Mohammad Ishak, mengingatkan petani agar tidak terburu-buru melakukan panen hanya untuk mengejar hasil produksi dalam waktu singkat.
Menurutnya, waktu panen yang ideal setidaknya dilakukan setelah 12 hari. Namun, sebagian petani memilih memanen lebih cepat, bahkan sekitar satu minggu, sehingga dapat berdampak terhadap kualitas garam.
Kualitas menjadi salah satu faktor penting karena berpengaruh terhadap nilai jual garam ketika masuk ke pasar.
Target Produksi Nasional Naik
Peningkatan produksi juga terjadi dalam skala nasional. Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, mengatakan kondisi cuaca yang mendukung membuat perusahaan menaikkan target produksi garam tradisional.
PT Garam memproyeksikan tambahan produksi hingga 50 ribu ton. Jika pada tahun sebelumnya produksi perusahaan mencapai sekitar 350 ribu ton, tahun ini produksinya ditargetkan mendekati atau bahkan melampaui 400 ribu ton.
Kondisi kemarau panjang pun menjadi peluang bagi petani garam untuk meningkatkan produksi. Namun, peningkatan hasil panen tetap perlu diimbangi dengan kualitas dan kepastian penyerapan agar petani mendapatkan harga yang sesuai.
Sumber: detikJatim