Pemerintah Bidik 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2027

 


JAKARTA — Pemerintah bersama DPR RI menetapkan target penciptaan 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027. Target tersebut menjadi salah satu sasaran pembangunan yang dimasukkan dalam kerangka APBN 2027, bersamaan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan tingkat pengangguran.

Target tersebut sebelumnya dibahas dalam pembahasan RAPBN 2027 antara pemerintah dan DPR. Selain penciptaan lapangan kerja baru, pemerintah juga menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada kisaran 4,30% hingga 4,87% pada 2027.

Pemerintah juga menetapkan target agar proporsi penciptaan lapangan kerja formal mencapai 40,81%. Sasaran ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pekerjaan tidak hanya diarahkan pada penambahan kesempatan kerja, tetapi juga pada peningkatan porsi pekerjaan formal.

Masuk dalam Sasaran APBN 2027

Target lapangan kerja tersebut merupakan bagian dari sejumlah indikator pembangunan yang disepakati dalam penyusunan APBN 2027. Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 6% pada 2027, dengan inflasi sebesar 2,5% dan nilai tukar rupiah diasumsikan berada di level Rp17.500 per dolar AS.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut berkaitan erat dengan sasaran penciptaan lapangan kerja. Pemerintah mengharapkan peningkatan aktivitas ekonomi, investasi, dan produksi dapat menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru di berbagai sektor.

Dalam pembahasan RAPBN, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan angka target penciptaan lapangan kerja baru sebesar 2,57 juta hingga 3,49 juta orang. Target tersebut menjadi bagian dari sasaran pembangunan berkualitas yang hendak dicapai melalui kebijakan fiskal 2027.

Pemerintah Dorong Lapangan Kerja Formal

Salah satu perhatian dalam target tersebut adalah peningkatan jumlah pekerjaan formal. Pemerintah dan DPR menetapkan proporsi penciptaan lapangan kerja formal sebesar 40,81%.

Pekerjaan formal menjadi perhatian karena berkaitan dengan kepastian hubungan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta akses pekerja terhadap berbagai hak dan jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

Target tersebut juga menjadi tantangan karena penciptaan jutaan pekerjaan baru membutuhkan pertumbuhan kegiatan usaha yang cukup besar. Investasi, industri, sektor padat karya, usaha mikro dan kecil, serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya diharapkan dapat menjadi sumber pembukaan kesempatan kerja.

Pengangguran Ditargetkan Turun

Selain menciptakan lapangan kerja, pemerintah menargetkan tingkat pengangguran terbuka pada 2027 berada di kisaran 4,30%-4,87%. Dengan demikian, penciptaan pekerjaan baru diharapkan dapat berjalan seiring dengan penyerapan angkatan kerja yang terus bertambah.

Target tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi. Artinya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur berdasarkan peningkatan produksi barang dan jasa, tetapi juga dikaitkan dengan kemampuan ekonomi menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan Menciptakan 3,49 Juta Pekerjaan

Mencapai angka hingga 3,49 juta lapangan kerja baru tentu membutuhkan dukungan dari berbagai sektor. Pemerintah sebelumnya menyebut peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai salah satu bagian penting dalam strategi penciptaan pekerjaan.

Kementerian Ketenagakerjaan mendorong Program Pemagangan Nasional dan pelatihan vokasi untuk mendekatkan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengurangi ketidaksesuaian atau mismatch antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.

Selain peningkatan keterampilan, pemerintah juga perlu memastikan iklim investasi dan kegiatan usaha tetap mampu berkembang. Pertumbuhan investasi menjadi salah satu faktor yang dapat membuka kapasitas produksi baru sekaligus meningkatkan kebutuhan tenaga kerja.

Berkaitan dengan Target Pertumbuhan 6%

Target penciptaan lapangan kerja tersebut tidak berdiri sendiri. Pemerintah dan DPR juga telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, pemerintah berharap aktivitas dunia usaha meningkat dan kesempatan kerja semakin luas.

Di sisi lain, penciptaan lapangan kerja juga menjadi salah satu indikator untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi memberikan dampak terhadap masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak hanya menetapkan target pertumbuhan, tetapi juga memasukkan indikator ketenagakerjaan dalam sasaran pembangunan APBN.

Dalam APBN 2027 yang telah disahkan, belanja negara mencapai sekitar Rp4.106,26 triliun, sementara pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3.435,10 triliun. Defisit anggaran ditetapkan sekitar 2,4% terhadap PDB.

Besarnya belanja negara tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendukung berbagai program pembangunan yang diharapkan berdampak terhadap kegiatan ekonomi dan penciptaan pekerjaan.

Dengan target 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru, pemerintah memasukkan ketenagakerjaan sebagai salah satu ukuran penting keberhasilan pembangunan 2027. Pencapaiannya akan bergantung pada perkembangan investasi, aktivitas industri dan usaha, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta kemampuan perekonomian menyerap tambahan angkatan kerja.

Target tersebut merupakan sasaran pembangunan pemerintah untuk 2027, sehingga realisasinya baru dapat dinilai setelah pelaksanaan program dan perkembangan pasar kerja sepanjang tahun tersebut.

Sumber: CNN Indonesia


Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler