Asmara 3 Tahun Berujung Maut di Gresik

 
GRESIK — Hubungan asmara IR (22) dan MF (23) yang telah berjalan sekitar tiga tahun berakhir tragis. MF, yang merupakan anak Lurah Sumberejo, Surabaya, tewas setelah diduga dibacok oleh kekasihnya sendiri di sebuah toko bangunan di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik.

Kasus tersebut terjadi pada Sabtu (3/10/2026). MF ditemukan meninggal dunia di Toko Bangunan Al Inayah 3, Jalan Beji PDAM. Polisi kemudian mengamankan IR yang diduga terlibat dalam kematian korban.

IR disebut menyerahkan diri setelah kejadian dengan menghubungi layanan darurat 110. Dari pemeriksaan awal, polisi menduga tindakan tersebut dipicu rasa cemburu setelah IR mengetahui MF memiliki hubungan dengan perempuan lain.

Kepada detikJatim, IR mengaku sudah beberapa kali mengetahui dugaan perselingkuhan korban. Ia mengatakan persoalan tersebut berulang hingga membuat dirinya merasa kesal. Polisi masih mendalami keterangan tersebut dan mencocokkannya dengan bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Sebelum tragedi terjadi, IR mengaku menemukan sejumlah bukti yang menurutnya berkaitan dengan dugaan perselingkuhan, berupa percakapan, foto, dan video di ponsel MF. IR mengatakan beberapa bukti tersebut kemudian dihapus oleh korban.

Hubungan keduanya diketahui telah berlangsung sejak 2023. IR mengaku keduanya sempat bertunangan pada 2024 dan memiliki rencana menikah pada 2027. Namun, keterangan mengenai pertunangan tersebut dibantah oleh keluarga MF yang menyebut keduanya memang berpacaran, tetapi belum bertunangan.

Setelah kejadian, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar toko bangunan. Polisi juga masih menyelidiki secara menyeluruh kronologi sebelum hingga setelah pembacokan.

Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian untuk mengungkap rangkaian kejadian serta memastikan motif dan pertanggungjawaban hukum pelaku. Dugaan perselingkuhan sejauh ini masih merupakan motif berdasarkan keterangan awal pelaku dan penyelidikan polisi, sehingga seluruh fakta perkara masih terus didalami.

Sumber: detikJatim



Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler