JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan beras di pasar tetap aman meski pemerintah menarik sejumlah produk beras fortifikasi yang bermasalah dari peredaran.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan beras premium dan medium masih tersedia dalam jumlah cukup, terutama di pasar tradisional. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir penarikan beras fortifikasi akan menyebabkan kelangkaan atau mengganggu kebutuhan beras sehari-hari.
Penarikan tersebut dilakukan setelah pemerintah menemukan sejumlah produk beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan kandungan dan informasi pada label. Kondisi itu membuat sejumlah produsen menghentikan produksi dan menarik produk mereka dari pasar, khususnya jaringan ritel modern.
Menurut Hermawan, keterbatasan stok yang terlihat di sebagian ritel modern lebih berkaitan dengan distribusi dan penghentian sementara produk bermasalah, bukan karena persediaan beras nasional mengalami kekurangan. Sementara itu, pasokan di pasar tradisional masih relatif banyak.
Bapanas juga mengingatkan agar situasi tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Berdasarkan pemantauan bersama Satgas Pangan Polri di Pasar Induk Beras Cipinang, harga beras premium di tingkat distributor berada di sekitar Rp14.200 per kilogram.
Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium Zona I yang mencapai Rp14.900 per kilogram. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai perdagangan beras premium masih berada dalam kondisi terkendali.
Pemerintah juga terus memperkuat distribusi beras untuk memastikan stok yang tersedia dapat menjangkau masyarakat. Bapanas sebelumnya mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 4,6 juta ton per 18 September 2026, sehingga masih tersedia penyangga yang cukup untuk menjaga pasokan dan melakukan intervensi apabila terjadi tekanan harga.
Bapanas menegaskan bahwa penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan merupakan bagian dari upaya melindungi konsumen. Di sisi lain, pemerintah memastikan langkah tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan beras secara keseluruhan.
Masyarakat pun diimbau tetap berbelanja secara normal dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah bersama Bulog dan pelaku usaha perberasan akan terus mengawal ketersediaan, distribusi, dan harga beras agar tetap stabil di berbagai daerah.
Sumber: CNN Indonesia