Pengerjaan proyek pemasangan pipa dan saluran drainase di kawasan Jalan Babatan, dekat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya, masih berlangsung dan berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas. Aktivitas konstruksi tersebut menyebabkan sebagian ruas jalan mengalami penyempitan sehingga kendaraan harus melintas secara bergantian. Kondisi ini membuat pengendara, khususnya pada jam sibuk, perlu mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan.
Gangguan lalu lintas sebelumnya semakin parah setelah lumpur dari proses pengeboran pemasangan pipa bawah tanah meluber hingga ke badan jalan pada Sabtu (24/10/2026). Lumpur tersebut keluar ketika pekerja memasuki tahap akhir pemasangan pipa High Density Polyethylene (HDPE) berdiameter sekitar satu meter. Akibatnya, permukaan jalan menjadi licin dan ruang gerak kendaraan semakin terbatas.
Petugas kepolisian bersama pekerja proyek langsung melakukan penanganan dengan membersihkan lumpur menggunakan semprotan air. Unit Lalu Lintas Polsek Wiyung juga diterjunkan untuk mengatur kendaraan dari kedua arah agar kepadatan tidak semakin panjang. Meskipun terjadi penyempitan jalan, arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap diberlakukan dua arah.
Untuk mengurangi kemacetan, pengendara dari arah Lidah yang hendak menuju Unesa disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Keramat Gang 1, kemudian mengarah ke kawasan Dian Istana. Dari kawasan tersebut, perjalanan dapat dilanjutkan hingga keluar di sekitar National Hospital. Jalur ini dapat menjadi pilihan bagi pengendara yang ingin menghindari titik pengerjaan proyek di Jalan Babatan.
Sementara itu, pengendara dari arah Wiyung maupun Kedurus juga dapat memanfaatkan jalur alternatif dengan melakukan putar balik di sekitar Polsek Wiyung. Selanjutnya, kendaraan diarahkan menuju kawasan Dian Istana melalui Keramat Gang 1 hingga mencapai jalur keluar di sekitar National Hospital. Polisi mengimbau masyarakat untuk memperhatikan arahan petugas selama melintasi kawasan tersebut.
Proyek drainase di kawasan Babatan Unesa sendiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi ketika hujan deras. Pekerjaan tersebut meliputi pemasangan pipa bawah tanah serta pembangunan saluran drainase yang nantinya akan terhubung dengan sistem penampungan air. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi risiko luapan air dari kawasan Waduk Unesa menuju jalan di sekitarnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati ketika melintas, mengurangi kecepatan kendaraan, serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan. Pengendara juga disarankan memilih jalur alternatif apabila tidak memiliki keperluan mendesak untuk melewati lokasi proyek. Dengan demikian, aktivitas masyarakat tetap berjalan dan proses pembangunan drainase dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas yang lebih besar.
Sumber: detikJatim
